Jumat, 09 Okt 2026
Alasan Wali Kota Eri Cahyadi Rotasi 13 Kepala Dinas Pemkot Surabaya: Singgung Output hingga Orkestra PembangunanDapur Gratis Pejuang Jalanan: Saat Polsek Gubeng Disulap Jadi Tempat Makan Siang Para Pekerja JalananPolda Jatim Kirim Personel BKO untuk Amankan MotoGP Mandalika 2026Wujudkan 'Zero Narkoba', Polres Blitar Kota Ungkap Sejumlah Kasus Narkotika dan Amankan Tersangka PengedarPolres Pacitan Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Grindulu 2026, Antisipasi Konflik Pilkades SerentakBereskan Konflik Lahan, Kepala BRAN Gagas Sistem ‘One Data Agraria’Dukung Ketahanan Pangan, Polres Jember Gandeng Bulog Serap Hasil Panen Jagung Petani PugerPolres Kediri Bongkar Dua Kasus Kematian Bayi, 4 Tersangka Diamankan
Home › Pemerintahan & Politik

Alasan Wali Kota Eri Cahyadi Rotasi 13 Kepala Dinas Pemkot Surabaya: Singgung Output hingga Orkestra Pembangunan

Jumat, 9 Oktober 2026 01:43 WIB

1 jam lalu7Pimpred
Alasan Wali Kota Eri Cahyadi Rotasi 13 Kepala Dinas Pemkot Surabaya: Singgung Output hingga Orkestra Pembangunan

SURABAYA° Lpn.com _ Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membeberkan alasan di balik keputusan pergantian 13 kepala perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sepanjang satu tahun terakhir. Cak Eri menegaskan, rotasi jabatan tersebut murni didasarkan pada evaluasi kinerja dan capaian target, bukan atas dasar faktor suka atau tidak suka.

​"Di Surabaya ada 13 kepala dinas yang sudah berganti dalam waktu 1 tahun. Karena bukan suka dan tidak suka, tapi mereka tidak bisa mencapai output dan outcome yang mereka janjikan," ujar Cak Eri, Rabu (7/10/2026).

​Menurutnya, seorang kepala daerah bertindak seperti pemimpin orkestra yang harus mengarahkan seluruh elemen pemerintahan dan warga agar pembangunan berjalan optimal. Tanpa sinergi dan pergerakan bersama rakyat, peran kepala daerah tidak akan berdampak besar.

​Ubah Pola Kerja ASN dan Simplifikasi Layanan Digital

​Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, Pemkot Surabaya menggeser pola kerja aparatur sipil negara (ASN). Para pegawai kini didorong untuk bekerja langsung di balai RW agar lebih dekat dan cepat merespons kebutuhan warga. Sistem pelayanan pun dirancang mengikuti siklus hidup masyarakat, mulai dari masa kehamilan hingga lanjut usia.

​Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga memangkas ratusan aplikasi pelayanan yang dinilai tidak efisien menjadi dua platform utama:

  • ​KantorKu: Diperuntukkan bagi internal pemerintahan.
  • ​WargaKu: Digunakan sebagai wadah laporan dan aspirasi warga.

​7 Indikator Utama Keberhasilan Pembangunan

​Cak Eri menekankan bahwa visi dan misi kepala daerah harus selaras dengan tujuan pembangunan nasional. Ia merinci tujuh indikator utama yang menjadi tolok ukur keberhasilan seorang kepala daerah:

  1. ​Menurunkan angka kemiskinan
  2. ​Mengurangi tingkat pengangguran terbuka
  3. ​Menekan angka stunting
  4. ​Mengurangi angka kematian ibu dan anak
  5. ​Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
  6. ​Mengurangi rasio gini
  7. ​Mendorong pertumbuhan ekonomi

​"Maka apa pun yang dilakukan kepala daerah, ketika tujuh indikator ini tidak menunjukkan perubahan, kepala daerah tersebut bisa dikatakan gagal dalam menjalankan tugasnya," tegas Cak Eri.

(Redaksi)

Berita Terkait