Asosiasi Nelayan Puger Desak Pemerintah Lakukan Normalisasi Total Plawangan Pancer
Selasa, 6 Oktober 2026 18:56 WIB

JEMBER - Dalam rapat Penyampaian aspirasi bersama Camat Puger Selasa 06 Oktober 2026, para nelayan menyampaikan secara tulus dampak mendalam dari pendangkalan jalur Plawangan sekaligus menyampaikan harapan-harapan mereka kepada pemerintah. Suara ini bukan sekadar keluhan, melainkan doa dan permohonan demi keselamatan nyawa serta kelangsungan hidup keluarga nelayan.
Dampak yang dirasakan langsung nelayan disampaikan dalam forum, para nelayan menyampaikan, jalur makin dangkal & sempit, perahu kandas saat air surut, terpaksa menunggu berjam-jam air pasang baru bisa berangkat atau pulang.
Risiko nyawa meningkat, gelombang memantul tak menentu, jalur sempit menyebabkan perahu saling berpapasan berbahaya. Hasil tangkapan tertunda bongkar, ikan menurun kualitasnya, pendapatan menurun. Waktu melaut berkurang, berangkat terlambat, pulang terhambat, mata pencaharian terancam sepenuhnya.
Kami ingin tetap berkontribusi menyediakan ikan untuk warga Jawa Timur. Tapi kalau jalur kami tertutup, siapa yang rugi? Semua.
Saiful Rohman selaku dari Asosiasi Nelayan Sinar Terang menyampaikan harapannya, kami tidak meminta kemewahan, cukup kembalikan jalur Plawangan kami seperti dulu, dalam, aman, dan lebar. Agar kami bisa berangkat pagi, pulang sore, berkumpul bersama keluarga dengan selamat. Jelasnya.
Kami juga berharap tulus kepada seluruh tingkatan pemerintahan, dari Bupati Jember, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga Pemerintah Pusat, agar segera menindaklanjuti pendangkalan parah di jalur Plawangan, pintu kehidupan ratusan keluarga nelayan.
Plawangan adalah pintu rezeki kami. Kalau tertutup pasir, rezeki kami pun tertutup. Bantu kami agar tidak kehilangan mata pencaharian ini. Kami ingin tetap melaut, menafkahi keluarga. Ungkapnya dengan penuh harap.
Sementara, setelah mendengar langsung aspirasi dan kekhawatiran para nelayan terkait pendangkalan jalur Plawangan, Camat Puger Asrah Joyo Widono dalam sambutannya menyampaikan, beliau akan terus mendampingi para nelayan di setiap langkah penyelesaiannya.
Plawangan bukan milik siapa-siapa selain kalian, pencari nafkah di laut. Keselamatan kalian adalah prioritas utama. Harapan para nelayan akan kita sampaikan ke Bupati Jember ataupun Dinas terkait.
Kalian tidak sendirian. Pemerintah Kecamatan Puger berdiri di belakang kalian. Kita berharap jalur Plawangan kedepannya kembali aman, lebar, dan layak dilalui. Tidak akan ada warga yang ditinggalkan berjuang sendirian. Tegasnya. (AR)



