Rabu, 07 Okt 2026
Polemik Kusut Kasus Pesantren, Polres Pasuruan Disoal, Polda Jatim Didesak Turun TanganDemo di Kantor Disdik Lamongan, PMII Cium Aroma Pemotongan Beasiswa PIP Siswa SDMaut di Toko Al Inayah 3, Jejak Kalap Kekasih yang DikhianatiGARUDA RAJAI ASIA TENGGARA!!!, TAKDIR EMAS DI GBK, Indonesia Juara ASEAN Cup 2026Tekan Parkir Liar, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Pasang Banner Larangan Parkir di Jalan Perak Barat"Ironi Tambak Kemerakan: Warga Antre Hunian, Kamar Rusun Dibiarkan Rusak"Mengejar Tenggat Desember, Subandi Minta PPK Kebut Proyek Beton Kebonagung-KemasanBabinsa Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan, Cegah Api Merambat ke Permukiman
Home › Pendidikan & Kesehatan

Demo di Kantor Disdik Lamongan, PMII Cium Aroma Pemotongan Beasiswa PIP Siswa SD

Rabu, 7 Oktober 2026 02:27 WIB

55 menit lalu1Redaksi LPN
Demo di Kantor Disdik Lamongan, PMII Cium Aroma Pemotongan Beasiswa PIP Siswa SD
Foto : Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lamongan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lamongan

LAMONGAN – Dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Lamongan memantik reaksi keras dari kalangan mahasiswa. Puluhan aktivis yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lamongan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lamongan, Selasa (6/10).

Sambil membentangkan atribut aksi, massa menuntut pengusutan tuntas atas dugaan sunatan dana bantuan pendidikan serta tindakan intimidasi yang dialami pelapor. PMII mengendus adanya praktik pungutan liar (pungli) sistematis yang terjadi di salah satu sekolah dasar (SD) di wilayah Lamongan.

Koordinator aksi menegaskan bahwa dana PIP merupakan hak mutlak peserta didik dari keluarga miskin dan rentan miskin. Bantuan personal tersebut haram hukumnya dipotong dengan alasan apa pun.

"Dana yang diterima siswa semestinya utuh sesuai hak penerima. Tidak boleh dipotong dalam bentuk apa pun. Ini bantuan untuk siswa kurang mampu, kenapa masih tega disunat?" teriak koordinator aksi di depan gerbang Kantor Disdik Lamongan.

Ironisnya, saat mencoba mengklarifikasi temuan tersebut ke pihak sekolah, para aktivis justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Mereka mengaku diintimidasi dan dipersekusi oleh oknum sekolah. Karena itu, dalam tuntutannya, PMII mendesak Disdik Lamongan untuk mencopot oknum pejabat atau kepala sekolah yang terbukti melakukan persekusi terhadap pelapor.

"Kami sudah menghimpun informasi valid mengenai dugaan pemotongan ini. Namun, saat kami datang meminta klarifikasi dengan baik-baik ke pihak sekolah, bukan jawaban transparan yang kami terima, melainkan tindakan persekusi," cecar korlap aksi disambut teriakan yel-yel massa.

Aksi mahasiswa ini langsung mendapat respons dari otoritas pendidikan setempat. Mewakili Kepala Disdik Kabupaten Lamongan, Kepala Bidang Pembinaan SD, Sahlul Mu’arikh M., langsung menemui massa pendemo. Ia mengapresiasi langkah PMII dan berjanji akan mengusut tuntas persoalan ini.

"Terima kasih banyak atas informasi dan kontrol dari adik-adik PMII. Atas arahan langsung dari Kepala Dinas, kami langsung bergerak cepat. Besok (hari ini, Red) kami menjadwalkan pemanggilan terhadap kepala sekolah dan tenaga kependidikan yang bersangkutan ke Kantor Dinas Pendidikan," tegas Sahlul di hadapan massa.

Sahlul menambahkan, Disdik Lamongan berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara objektif. Kendati demikian, pihak dinas masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan validitas fakta di lapangan serta menentukan sanksi bagi pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab. (gani)

Demo di Kantor Disdik LamonganPMII Cium Aroma Pemotongan Beasiswa PIP Siswa SD

Berita Terkait