Senin, 12 Okt 2026
HUT ke-81 Jawa Timur, SMAK Frateran Surabaya Dukung Semangat Unggul, Maju, dan BerkelanjutanRudy Gaol Klarifikasi Foto Pertemuan Josiah Michael dengan Sejumlah Tokoh Berlatar PDIP: Bantah Ada Desain Politik PSISelamat Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur 12 Oktober 1945 – 12 Oktober 2026Didesak Perloki se-Jatim, Bea Cukai Izinkan Pedagang Jual Rokok Lokal LagiDitolak Gubernur, Ribuan Pedagang Rokok Lokal Geruduk Kantor Bea Cukai JatimRibuan Pedagang Rokok Lokal Geruduk Kantor Gubernur Jatim, Protes Intimidasi dan Janji Lapangan KerjaWarga Tuntut Tanggung Jawab kontraktor U-Ditch Bratang Binangon Setelah Insiden Jatuhnya PengendaraDukung Perpres Baru, Polres Mojokerto Fasilitasi Tempat Istirahat Gratis bagi Driver Online
Home › Pemerintahan & Politik

Rudy Gaol Klarifikasi Foto Pertemuan Josiah Michael dengan Sejumlah Tokoh Berlatar PDIP: Bantah Ada Desain Politik PSI

Senin, 12 Oktober 2026 21:17 WIB

47 menit lalu3Pimpred
Rudy Gaol Klarifikasi Foto Pertemuan Josiah Michael dengan Sejumlah Tokoh Berlatar PDIP: Bantah Ada Desain Politik PSI

Surabaya° Lpn.com _ Beredarnya foto pertemuan Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Surabaya, Josiah Michael, S.H., M.H., dengan sejumlah tokoh berlatar belakang PDI Perjuangan (PDIP) memantik spekulasi politik di Kota Pahlawan. Di tengah munculnya dugaan konsolidasi lintas partai hingga isu perpindahan kader, aktivis ’98 yang pro-Jokowi sekaligus kader PSI, Rudy Gaol, akhirnya memberikan klarifikasi.

Rudy menegaskan, pertemuan tersebut bukan bagian dari skenario politik PSI untuk menarik kader PDIP maupun membangun poros politik baru. Menurutnya, pertemuan itu berawal dari inisiatif sejumlah individu yang ingin berkomunikasi dan berkenalan dengan Josiah Michael, bukan agenda konsolidasi partai.

Klarifikasi tersebut disampaikan Rudy saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya, Senin (12/10/2026). Ia menjelaskan, pertemuan itu dihadiri dirinya, Josiah Michael, Arief Wirawan, Eusebius Purwadi, dan Achmad Hidayat.

Menurut Rudy, Arief Wirawan dan Eusebius Purwadi ingin berbincang sekaligus berkenalan dengan Josiah. Sementara itu, Achmad Hidayat hadir karena sebelumnya telah memiliki janji pertemuan dengan Ketua Fraksi PSI tersebut.

Persoalan mencuat setelah foto bersama para peserta pertemuan beredar luas dan memunculkan beragam tafsir politik. Rudy mengaku sejak awal telah menyampaikan bahwa dokumentasi di lokasi tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan internal, bukan untuk konsumsi publik.

“Pada saat itu kami ada sesi foto bersama karena ada kebutuhan dari Bro Josiah Michael untuk laporan internal kegiatan harian. Saya menyatakan kepada teman-teman yang hadir bahwa foto-foto di lokasi itu bukan untuk eksternal, tapi kebutuhan internal,” ujar Rudy.

Ia mengaku terkejut ketika foto tersebut beredar hanya beberapa menit setelah Achmad Hidayat meninggalkan lokasi. Setelah foto menyebar, sejumlah pihak, termasuk Josiah Michael, Purwadi, dan dirinya, menerima telepon serta pesan dari awak media maupun pihak lain yang meminta penjelasan mengenai maksud pertemuan tersebut.

Rudy menyayangkan beredarnya foto itu karena dinilai telah memicu polemik tanpa disertai konteks yang utuh. Ia menilai, dokumentasi pertemuan yang kemudian menjadi konsumsi publik dapat membentuk persepsi seolah-olah terdapat agenda politik terorganisasi di balik pertemuan tersebut.

“Yang kita sesalkan, langkah yang diambil oleh Achmad Hidayat ini kemudian menimbulkan polemik, menimbulkan kegaduhan,” katanya.

Meski demikian, tudingan Rudy tersebut merupakan penilaiannya terhadap situasi yang berkembang. Pihak yang menyebarkan foto serta motif di balik penyebarannya masih perlu dikonfirmasi secara independen.

Rudy Bantah Arief Wirawan dan Purwadi Bagian dari Rombongan Achmad Hidayat

Rudy secara tegas membantah anggapan bahwa Arief Wirawan dan Eusebius Purwadi datang bersama Achmad Hidayat sebagai satu rombongan politik. Ia menilai, penyamaan posisi seluruh peserta pertemuan berpotensi melahirkan kesimpulan yang tidak sesuai dengan fakta yang diketahuinya.

Rudy menyebut Arief telah mengundurkan diri dari PDIP sejak 1 April 2026. Namun, pada periode tersebut Arief disebut masih menjabat sebagai Ketua PAC PDIP Tambaksari.

“Mas Arief ini sudah mundur dari PDI Perjuangan sejak 1 April 2026. Jadi tidak benar kalau ada pemberitaan di luar bahwa teman-teman yang bertemu pada malam hari itu masuk dalam rombongannya Achmad Hidayat,” tegasnya.

Rudy juga membantah adanya pembicaraan khusus mengenai PSI antara Purwadi dan Achmad Hidayat dalam pertemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa tujuan pertemuan, berdasarkan keterangannya, adalah membangun komunikasi dan mengenal Josiah Michael.

Dengan demikian, menurut Rudy, foto yang beredar tidak dapat dijadikan dasar tunggal untuk menyimpulkan adanya perpindahan kader secara kolektif atau kesepakatan politik lintas partai.

Sorotan lain tertuju pada Eusebius Purwadi, yang saat itu disebut masih tercatat sebagai Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya.

Rudy mengungkapkan, Purwadi pernah menyampaikan kepadanya bahwa surat pengunduran diri telah dikirimkan kepada DPP PDIP melalui surat elektronik pada 17 Juli 2026. Salah satu alasan yang disampaikan Purwadi, menurut Rudy, berkaitan dengan keinginannya agar tidak menjadi beban bagi partai.

Rudy menegaskan tidak ingin mencampuri urusan internal PDIP. Ia menyatakan, pertemuan dengan Josiah dilakukan setelah dirinya memperoleh informasi mengenai pengajuan pengunduran diri Purwadi.

Ia juga mengaku berhati-hati agar pertemuan tersebut tidak berkembang menjadi persoalan kelembagaan antara Fraksi PSI dan PDIP, terlebih jika status Purwadi masih menjadi perdebatan.

Rudy Ingatkan PSI Jangan Terseret Polemik Personal

Di tengah berkembangnya spekulasi, Rudy mengingatkan agar PSI Surabaya tidak terseret ke dalam konflik personal maupun persoalan internal partai lain.

Ia menilai, polemik foto seharusnya tidak mengaburkan fungsi kelembagaan DPRD maupun aktivitas politik masing-masing pihak. Menurutnya, pertemuan yang melibatkan Josiah Michael tidak semestinya langsung ditafsirkan sebagai representasi agenda resmi PSI tanpa adanya keterangan atau bukti yang mendukung kesimpulan tersebut.

Rudy kembali menegaskan bahwa pertemuan itu bukan hasil desain politik PSI, melainkan inisiatif sejumlah individu.

“Saya ingin menyampaikan kepada publik, kepada teman-teman partai-partai yang ada di Kota Surabaya, polemik atau kegaduhan yang terjadi kemarin-kemarin itu murni inisiatif dari sejumlah individu, bukan ada desain dari PSI,” ujarnya.

Meski menyampaikan pembelaan terhadap PSI, Rudy mengakui bahwa dirinya tidak berbicara atas nama resmi partai. Ia menyadari posisinya bukan sebagai pengurus struktural yang memiliki kewenangan mengeluarkan pernyataan organisasi.

Karena itu, keterangannya perlu dipahami sebagai klarifikasi pribadi berdasarkan pengetahuan dan keterlibatannya dalam pertemuan tersebut, bukan sebagai sikap resmi PSI Surabaya.

Rudy juga menyatakan PSI terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia berharap PSI dapat menjadi ruang politik alternatif bagi warga Surabaya yang ingin berkontribusi terhadap pembangunan kota.

Polemik ini memperlihatkan bagaimana sebuah foto pertemuan dapat berkembang menjadi isu politik ketika beredar tanpa penjelasan yang memadai. Namun, dalam membaca dinamika tersebut, dokumentasi visual perlu ditempatkan secara proporsional dan tidak serta-merta dijadikan bukti adanya kesepakatan politik, perpindahan kader, atau pembentukan poros baru.

Inti persoalannya bukan semata siapa yang berdiri dalam satu bingkai foto, melainkan apa tujuan pertemuan, bagaimana konteks dokumentasi itu beredar, dan apakah terdapat fakta yang mendukung spekulasi politik yang telanjur berkembang.

Selama belum ada bukti dan konfirmasi yang memadai, dugaan mengenai konsolidasi lintas partai maupun perpindahan kader harus tetap ditempatkan sebagai spekulasi, bukan fakta yang telah terverifikasi.

Bagi publik Surabaya, keterbukaan informasi, verifikasi silang, dan keberimbangan pemberitaan menjadi penting agar dinamika politik tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan hanya karena tafsir atas sebuah foto.

(SB)

Berita Terkait