Trauma Diacungi "Celurit", Dua Anak di Pamekasan Takut Sekolah Usai Rumahnya Didatangi Pria Bersenjata
Selasa, 6 Oktober 2026 20:13 WIB

PAMEKASAN — Seorang ibu rumah tangga di Dusun Salatreh, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, meminta perlindungan hukum setelah menjadi korban pengancaman pembunuhan menggunakan senjata tajam. Peristiwa mencekam tersebut menimpa Siti Wardatus Sholehah pada Senin, 5 Oktober 2026, sekitar pukul 13.00 WIB.
Kejadian bermula saat seorang pria berinisial H alias B mendatangi kediaman korban untuk mencari suaminya. Karena orang yang dicari sedang tidak berada di rumah, terduga pelaku justru melayangkan ancaman kepada Siti menggunakan sebilah celurit.
"Dia datang mencari suami saya. Karena tidak ada, saya yang ditanya. Saya kemudian diancam menggunakan celurit," ujar Siti saat memberikan keterangan, Selasa, 6 Oktober 2026.
Tidak hanya mengancam keselamatan nyawa korban, terduga pelaku juga mengancam akan membakar rumah mereka. Aksi intimidasi tersebut terjadi langsung di hadapan dua anak korban yang masih balita dan anak-anak, masing-masing berusia 3 dan 8 tahun.
Situasi semakin tidak terkendali ketika terduga pelaku diduga memanggil sejumlah rekannya ke lokasi kejadian. Kelompok tersebut kemudian merusak fasilitas tempat usaha korban, serta mengambil paksa sejumlah barang berharga dan kendaraan milik korban.
Akibat insiden ini, Siti dan kedua buah hatinya mengalami trauma psikologis yang mendalam. Hingga kini, anak-anak korban bahkan tidak berani masuk sekolah karena ketakutan setelah menyaksikan ibunya ditodong senjata tajam.
"Anak-anak sampai sekarang masih takut dan tidak mau sekolah. Mereka trauma karena melihat saya diancam celurit dan mendengar rumah kami mau dibakar," tutur Siti.
Korban sebenarnya telah melayangkan laporan resmi ke Polres Pamekasan pada Senin malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Laporan tersebut mencakup dugaan tindak pidana pengancaman, pengeroyokan, perusakan, hingga penggelapan atau perampasan aset. Kendati demikian, hingga Selasa siang, korban mengaku masih dihantui rasa cemas karena pelaku belum diamankan.
Siti berharap Polres Pamekasan bergerak cepat mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa ini demi menjamin keselamatan fisik dan psikologis keluarganya.
"Saya berharap polisi segera menangkap pelakunya supaya kami merasa aman. Saya sangat mengkhawatirkan keselamatan anak-anak jika mereka (pelaku) datang kembali," pungkasnya.
Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laporan tersebut. (AHD)



