Jumat, 23 Okt 2026
Woro-Woro!!!, Pemprov Jatim Kembali Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan, Catat Alur Cek TagihannyaPR Baru Dewan Pendidikan Sidoarjo, Dari Angka Putus Sekolah hingga Ego SektoralWujud Kepedulian Polri, Polsek Gubeng Borong Dagangan Lansia dan Berbagi Sarapan Gratis bagi OjolRespons Cepat Kasus DBD, 'RT Balap' di Gundih Surabaya Pimpin Gerakan Bersatu Basmi JentikPolda Jatim Tekan Angka Kecelakaan melalui Operasi Patuh Semeru 2026Kapolres Kediri Dorong Kemandirian Ekonomi di Desa Melalui Program PoliranPolres Mojokerto Kota Amankan 21 Pemuda Diduga Serang Angkringan di MagersariPolda Jatim dan Tim Gabungan Tangani Karhutla Gunung Arjuno Sisir 4 Wilayah
Home › Pendidikan & Kesehatan

PR Baru Dewan Pendidikan Sidoarjo, Dari Angka Putus Sekolah hingga Ego Sektoral

Jumat, 23 Oktober 2026 21:57 WIB

1 jam lalu1Redaksi LPN
PR Baru Dewan Pendidikan Sidoarjo, Dari Angka Putus Sekolah hingga Ego Sektoral
FOTO : Dewan Pendidikan Sidoarjo Dikukuhkan dan Ujian Nyata di Era Digital
Sidoarjo – Sebelas orang resmi bergabung dalam Dewan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2031. Mereka diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta sumber daya manusia (SDM) yang berintegritas, berakhlak, unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman mengatakan, tantangan pendidikan dalam era digital semakin kompleks. Karena itu, dibutuhkan peran Dewan Pendidikan sebagai mitra mandiri pemerintah dalam penanganan pendidikan di Sidoarjo.

”Masalah pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, Dewan Pendidikan, maupun masyarakat. Terutama dibutuhkan kolaborasi pemerintah dengan Dewan Pendidikan,” katanya dalam sambutan pada acara Pengukuhan Anggota Dewan Pendidikan Kab. Sidoarjo Periode 2026–2031 di Pendopo Delta Wibawa pada Rabu (21/10/2026).

Menghadapi era digitalisasi dan transformasi global, lanjut Ainur, tidak hanya dibutuhkan SDM yang pandai dalam akademik. Tetapi juga diperlukan yang unggul dalam pembentukan karakter moral, kearifan lokal, dan kesiapan menghadapai keterampilan masa depan.

“Untuk itu, saya titip pertama, bangun komunikasi yang solid dan erat dengan dinas pendidikan dan OPD terkait serta jauhkan pola kerja ego sektoral,” katanya. 

Kedua, Ainur meminta agar Dewan Pendidikan membuka telinga lebar terkait isu-isu pendidikan. Misalnya, pemerataan sekolah, kompetensi guru, hingga masalah anak putus sekolah. 

“Adanya masalah-masalah tersebut, maka saya harap Dewan Pendidikan memberikan masukan kepada kami (pemerintah daerah) tentang program inovatif yang mempu meningkatkan pendidikan di Sidoarjo serta memperkuat generasi muda dari dampak teknologi,” pesannya. 

Berikut sebelas anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo: Ketua :H. Nanang Wahyono, S.T., M.Pd. Sekretaris : H. Ali Mashuri, M.Pd.I. Bendahara : Dr. Niswatin, S.Pd., M.Pd. Anggota Dr. Joko Siswanto, M.Pd.I. Drs. H. Misbahuddin, M.M. Drs. Qodim, M.Si. Dr. Anita Puji Astutik, S.Ag., M.Pd.I. Budi Rahayu Sri Wulan, S.Pd., M.Pd. Fajar Rahmat Dwi Miarsa, S.H., M.H. Dr. Ir. Pancanto Kuat Prabowo, M.M.T. H. Anas Syamsul Arif, M.Pd.Sebagai informasi, Kabupaten Sidoarjo memiliki 585 sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, dengan jumlah 8.531 guru dan 141.578 siswa. Sedangkan jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 192 baik negeri maupun swasta, dengan 4.203 guru dan 76.300 siswa.Untuk angka putus sekolah, di Kabupaten Sidoarjo tercatat mengalami penurunan dari 7.430 anak pada tahun 2024 menjadi 4.305 anak pada 2025. (Holili)

PR Baru Dewan Pendidikan SidoarjoDari Angka Putus Sekolah hingga Ego Sektoral

Berita Terkait