Sabtu, 17 Okt 2026
‎Tidak Hanya ke Rumah Warga, Madas Sedarah Pamekasan Jangkau Yayasan dan Masjid di Desa PlakpakMuspikacam Puger Bersama TNI AL, Gerindra dan LSN Gerakan Indonesia ASRI Dukung Program PresidenPesan Hari Kilat Bumi : KITA HANYA PERLU LEBIH BAIK DARI KEMARIN, BUKAN LEBIH DARI YANG LAINDugaan Kebocoran Razia, Praktik Prostitusi di Makam Kembang Kuning Surabaya Masih Marak???Gita Swara Fraternity Choir SMAK Frateran Surabaya Raih Gold dan Silver di Bandung International Choir Festival 2026Polda Jatim Ungkap Dugaan Penipuan dan Penggelapan 185 Ton Gula, 11 Tersangka DiamankanPolisi Bersama Masyarakat: Polres Kediri Gelar Suling Gaungkan Jogo Omah untuk KamtibmasBRAN dan Bappenas Perkuat Sinergi Penataan Agraria, Dorong Kesejahteraan Rakyat
Home › Peristiwa

Dugaan Kebocoran Razia, Praktik Prostitusi di Makam Kembang Kuning Surabaya Masih Marak???

Sabtu, 17 Oktober 2026 10:53 WIB

1 jam lalu13Redaksi LPN
Dugaan Kebocoran Razia, Praktik Prostitusi di Makam Kembang Kuning Surabaya Masih Marak???

SURABAYA – Praktik prostitusi liar lebih yang di kenal dengan sebutan "Wisata Lendir" ini, tepatnya di kawasan Pemakaman Kembang Kuning, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya, disinyalir masih tumbuh subur. Berbeda dengan tren prostitusi daring yang memanfaatkan aplikasi pesan instan di hotel-hotel, para penjaja seks komersial (PSK) di kawasan ini tetap memanfaatkan area terbuka makam saat senja mulai melintas.

Berdasarkan investigasi lapangan, area ini kini dilengkapi fasilitas parkir kendaraan meskipun akses jalan telah diportal dan minim penerangan. Seorang pekerja seks di lokasi tersebut, sebut saja S (38 tahun), mengaku merasa "aman" beroperasi di kawasan pemakaman tersebut karena menduga adanya kebocoran informasi setiap kali penertiban akan dilakukan.

"Kalau ada razia Satpol PP, biasanya selalu ada yang memberi tahu terlebih dahulu. Jadi sebelum petugas sampai, lokasi sudah sepi," ujar S saat ditemui tim investigasi. Ia bahkan mengklaim bahwa dalam beberapa kesempatan, petugas hanya mengambil dokumentasi foto di gerbang luar tanpa menyisir area dalam makam.

Lebih lanjut, S membeberkan adanya dugaan praktik pungutan liar jika ada pekerja seks yang terjaring operasi. Menurutnya, mereka bisa kembali beroperasi dalam waktu singkat setelah menebus dengan sejumlah uang.

Kondisi ini dikeluhkan oleh sejumlah warga sekitar yang merasa tidak nyaman dengan pembiaran penyakit masyarakat tersebut. Keberadaan praktik prostitusi yang terorganisasi ini memicu pertanyaan publik terkait komitmen serta pengawasan dari Aparat Penegak Hukum (APH) dan pemerintah kecamatan setempat.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari pihak Satpol PP Kota Surabaya dan kepolisian sektor setempat terkait tudingan miring mengenai kebocoran informasi razia dan dugaan pungutan liar tersebut. (kcl)

Dugaan Kebocoran RaziaPraktik Prostitusi di Makam Kembang Kuning Surabaya Masih Marak???

Berita Terkait