Krisis Air Bersih di Sampang Makin Parah, Aliansi Masyarakat Perantau Pasok 12 Ribu Liter Air ke Kedungdung
Senin, 19 Oktober 2026 12:15 WIB

SAMPANG – Musim kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kian mencekik kehidupan warga pelosok.
Merespons jeritan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih, Aliansi Masyarakat Perantau (AMP) kembali turun tangan menyalurkan bantuan logistik secara masif.
Pada Senin (19/10/2026), organisasi para perantau asal Madura ini sukses menembus wilayah terdampak untuk mendistribusikan bantuan air bersih yang ke-13 kalinya.
Sasar Dusun Semampir di Pelosok Kedungdung
Aksi cepat tanggap darurat kemarau panjang kali ini difokuskan di wilayah yang mengalami kekeringan paling parah, tepatnya di Dusun Semampir, Desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.
Wakil Ketua Umum DPP AMP Jawa Timur, Holili, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud nyata solidaritas para perantau yang tidak bisa tinggal diam melihat tanah kelahirannya dilanda bencana kekeringan ekstrem.
"Kami di perantauan tidak pernah menutup mata terhadap kondisi saudara-saudara kita di Madura. Kemarau panjang tahun ini sangat memprihatinkan," ujar Holili kepada awak media, Senin (19/10/2026).
Holili menambahkan, seluruh proses distribusi di lapangan berjalan dengan sangat lancar berkat koordinasi taktis yang dipimpin langsung oleh Mas Eko S sebagai koordinator lapangan.
Kerahkan Armada Tangki Kapasitas Besar
Untuk memastikan pasokan air tersalurkan dengan cepat dan merata ke bak-bak penampungan warga, AMP menerjunkan armada khusus ke lokasi.
Berikut detail volume distribusi air bersih AMP di Dusun Semampir:
• Total Bantuan Terkirim: 12.000 Liter air bersih.
• Jumlah Armada: 2 unit truk tangki pengangkut.
• Kapasitas Tangki: @6.000 liter per armada.
• Status Penyaluran: 100 persen sukses terdistribusi langsung ke rumah-rumah warga.
Program bantuan air bersih ini dipastikan akan terus bergulir secara berkelanjutan sebagai langkah mitigasi darurat guna meringankan beban hidup harian masyarakat pelosok Sampang selama krisis kekeringan belum berakhir. (sidi)



