Selasa, 27 Okt 2026
Riset Keperawatan Unej Turun ke Sawah, Desa Wonosari Jadi Barometer 'Grebek Tani Sehat'Petani Wonosari Jember Menjerit Kekurangan Pupuk, Kades dan Disperta Bersinergi Cari Solusi Lewat In SaintekRespons Keluhan Warga Babadan, Ketua LPMK Gundih Turun Tangan Benahi Aliran AirKadivhumas Polri Ajak Masyarakat Perkuat Kolaborasi Jaga Keamanan dan Ketertiban MasyarakatPolri: Operasi Patuh 2026 Utamakan Keselamatan Bersama dan Budaya Tertib Berlalu LintasMomentum Sumpah Pemuda, Polda Jatim Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial dan Jaga PersatuanPolda Jatim Ungkap Dugaan Pembunuhan Berencana Dua Korban di Madiun, Satu Tersangka DiamankanMenghadapi Badai Kehidupan dengan Prinsip "Gusti Allah Mboten Sare" : Kisah Keteguhan Hati di Tengah Kesulitan
Home › Pemerintahan & Politik

Petani Wonosari Jember Menjerit Kekurangan Pupuk, Kades dan Disperta Bersinergi Cari Solusi Lewat In Saintek

Selasa, 27 Oktober 2026 20:39 WIB

1 jam lalu5Redaksi LPN
Petani Wonosari Jember Menjerit Kekurangan Pupuk, Kades dan Disperta Bersinergi Cari Solusi Lewat In Saintek

Kekurangan Pupuk di Desa Wonosari Menjadi Perhatian Kades Hadi Purnomo Saat Hadir di Acara Program Grebek Tani Sehat.

JEMBER -  Kekurangan pasokan pupuk yang dirasakan para petani di Desa Wonosari menjadi salah satu perhatian utama yang disampaikan oleh Kepala Desa Wonosari, Hadi Purnomo. Hal itu beliau sampaikan dalam kegiatan program In Saintek yang digelar di Pendopo Pancasila Desa Wonosari Selasa 27 Oktober 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Kades Desa Wonosari Hadi Purnomo menyampaikan, bahwa kendala ketersediaan pupuk sangat dirasakan oleh para petani setempat dan dapat berdampak langsung terhadap hasil pertanian serta kesejahteraan masyarakat. Beliau berharap melalui forum dan sinergi bersama program In Saintek serta pihak terkait, permasalahan ini dapat mendapatkan perhatian dan solusi yang lebih baik ke depannya.

Beliau juga menjelaskan, bahwa setiap memasuki musim tanam jagung, para petani selalu menghadapi dua kendala utama sekaligus: jadwal pengiriman pupuk yang terlambat serta jumlah ketersediaannya yang berkurang dibandingkan kebutuhan nyata di lapangan. Kondisi ini membuat petani harus menyesuaikan jadwal pemupukan dan berisiko menurunnya hasil panen jagung.

Sementara Perwakilan Dinas Pertanian Luhur Prayogo menyampaikan, bahwa status lahan yang disewakan saat ini menjadi salah satu kendala utama dalam proses verifikasi data pertanian yang akurat.

Banyak petani yang menyewa lahan belum terdata dengan baik, sehingga berisiko terlewat dari berbagai program bantuan pemerintah. Oleh karena itu, pihak Dinas Pertanian menghimbau kepada seluruh petani, khususnya yang menggarap lahan sewa, untuk segera mendaftarkan diri dan lahannya ke dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

Dengan terdaftar di RDKK, data petani dan lahannya akan lebih jelas dan sah. Ini adalah pintu masuk utama agar para petani tidak tertinggal informasi maupun kesempatan mendapatkan bantuan, termasuk pupuk bersubsidi dan program pertanian lainnya," ujar Luhur. (AR)

Petani Wonosari Jember Menjerit Kekurangan PupukKades dan Disperta Bersinergi Cari Solusi Lewat In Saintek

Berita Terkait