Ketum G-BRAN Ingatkan Prabowo: Jaga Hubungan dengan Jokowi, Jangan Terprovokasi Pihak Pengadu Domba!
Senin, 19 Oktober 2026 00:35 WIB

JAKARTA° Lpn.com _ Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Berani Nusantara (DPP G-BRAN), Rimso Maruli Sinaga, SH., MH., menyampaikan pesan terbuka nan menohok kepada Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (18/10/2026). Rimso mendesak Presiden Prabowo untuk tetap merangkul dan menjaga komunikasi erat dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo demi stabilitas politik serta keutuhan NKRI.
Pernyataan ini dilontarkan di tengah mencuatnya dinamika politik nasional yang dinilai berpotensi merenggangkan hubungan kedua tokoh kunci bangsa tersebut.
"Rantai Sepeda" Jangan Sampai Putus
Dalam seruan terbukanya, Rimso mengingatkan kembali rekam jejak panjang perjalanan politik Jokowi yang tak lepas dari sinergi bersama tokoh-tokoh besar—mulai dari Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, hingga Prabowo sendiri.
Ia pun menyinggung momen ikonik saat Debat Pilpres 2014, ketika Jokowi menyebut persahabatannya dengan Prabowo ibarat "Rantai Sepeda"—meski sering terlepas, rantai itu tidak akan pernah putus.
"Pak Prabowo, ayo bangkit, rangkul dan bergandengan tangan. Jangan biarkan satu orang pun merongrong NKRI," tegas Rimso.
Menurutnya, persaingan sengit pada Pilpres 2014 dan 2019 seharusnya sudah tidak lagi dijadikan alasan untuk membiarkan keretakan terjadi. Sinergi antara pemimpin masa lalu dan masa kini sangat krusial agar agenda pembangunan nasional yang telah dirintis dapat berlanjut secara berkesinambungan.
Minta Prabowo Waspadai Pihak Penunggang Kepentingan
Rimso juga secara tajam menyoroti adanya dugaan manuver politik dari pihak-pihak tertentu yang berupaya memperkeruh suasana dan memperlebar jarak antara Prabowo dan Jokowi. Ia meminta Kepala Negara untuk lebih cermat, bijaksana, serta menggunakan hati nurani dalam menyikapi narasi perselisihan maupun kritik yang mengarah pada penghinaan.
- Waspada Provokasi: Mengimbau agar Presiden tidak terpengaruh oleh pembisik atau kelompok yang memicu konflik antar-pemimpin nasional.
- Utamakan NKRI: Mengingatkan agar kepentingan kelompok tertentu tidak mengorbankan keutuhan bangsa.
"Bapak Presiden, tanyakan kepada hati nurani. Jangan biarkan kepentingan bangsa dan persatuan NKRI dikalahkan oleh kepentingan pihak-pihak tertentu," ucapnya mendesak.
Di samping peringatan keras tersebut, DPP G-BRAN menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal dan mendukung penuh pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan pada 2029. Sikap ini, tegas Rimso, sejalan dengan arahan Jokowi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat G-BRAN.
Terkait wacana kepemimpinan pasca-2029 atau kemungkinan Prabowo kembali berpasangan dengan Gibran, Rimso menilai hal tersebut merupakan ranah proses demokrasi dan kehendak rakyat kelak. Focus utama saat ini adalah menjawab persoalan riil masyarakat dan menjaga kepercayaan publik.
Refleksi Diri dan Harapan Kedamaian
Mengakhiri pernyataannya, Rimso membagikan refleksi personal yang mendalam. Pengalaman pahitnya yang pernah lima kali gagal dalam pencalonan bupati mengajarinya arti penting menerima kehendak politik demi mengutamakan kepentingan yang jauh lebih besar.
"Saya merindukan kedamaian dan kesejahteraan rakyat. Saya berharap Bapak Presiden mengevaluasi persoalan yang terjadi di masyarakat dan mengambil langkah terbaik untuk bangsa," pungkas Rimso.
Melalui seruan ini, G-BRAN mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghentikan kegaduhan politik, memperkuat persatuan, serta kembali bekerja bersama demi kemajuan Indonesia.
(G-BRAN SBY)



